Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Thursday, February 3, 2011

Madrid Tantang Barca Di Final Copa Del Rey

Sepasang gol dari Mesut Oezil dan Emanuel Adebayor membawa Real Madrid mengalahkan Sevilla di semifinal kedua Copa del Rey. Di laga final, Los Blancos sudah ditunggu juara bertahan, Barcelona.

Madrid harus menunggu hingga delapan menit terakhir untuk bisa menang 2-0 atas Sevilla dalam pertandingan semifinal kedua yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (3/2/2011) dinihari WIB tersebut.

Gol pertama Madrid baru tercipta di menit 82 melalui Oezil. Menerima sebuah umpan terobosan, Oezil menggiring bola ke dalam kotak penalti Sevilla dan dengan sontekan pelan ia mencetak gol pembuka.

Madrid kemudian mencetak gol keduanya di fase injury time. Adebayor, striker yang baru dipinjam Los Merengues dari Manchester City, menyegel keunggulan Madrid jadi 2-0.

Kemenangan 2-0 Madrid ini membuat tim asuhan Jose Mourinho itu unggul 3-0 atas Sevilla, karena di leg pertama mereka unggul 1-0, sekaligus melangkah ke partai final.

Di pertandingan puncak, Madrid sudah ditunggu oleh rival bebuyutannya, Barcelona. Beberapa jam sebelumnya, Barca menggilas Almeria 3-0 di leg 2 semifinal dan unggul 8-0 secara agregat.

Susunan pemain
Madrid: Casillas; Sergio Ramos, Albiol, Carvalho, Arbeloa; Xabi Alonso, Khedira (Lass 90); Di Maria (Granero 88), Oezil, Ronaldo; Benzema (Adebayor 84)

Sevilla: Varas; Caceres, Sergio, Escude, Navarro; Zokora, Romaric (Perotti 81), Rakitic (Fabiano 70), Navas: Negredo, Kanoute (Medel 88)


Source : http://sepakbola.com/news/2011-02-03/0021127/copa-del-rey-madrid-ke-final-tantang-barca

Friday, December 17, 2010

Indonesia Siap Tambah Pemain Naturalisasi

Badan Tim Nasional (BTN) bakal menambah amunisi pemain naturalisasi di tubuh timnas. Rencananya, sebanyak lima pemain asing siap menjadi warga negara Indonesia.

Indonesia baru memiliki seorang pemain naturalisasi yakni Cristian Gonzales. Kehadiran Gonzales mampu memberikan warna baru di lini depan timnas. Tidak bisa dipungkiri juga “El Loco” merupakan salah satu aktor penting di balik keberhasilan “Merah Putih” menembus babak semifinal Piala AFF 2010.

“Saya pikir adanya pemain naturalisasi cukup tepat. Karena itu, saya pikir kita perlu menambah pemain naturalisasi. Mereka rencananya untuk kualifikasi Piala Dunia 2014 dan SEA Games 2011. Saya akan bikin dua tim,” jelas Deputi Bidang Teknis, Iman Arif.

Lima pemain yang bakal dinaturalisasi yaitu Kim Jeffrey Kurniawan (Belanda), Raphael Maitimo (Belanda), Victor Igbonefo (Nigeria), Seme Patrick (Kamerun), Sergio van Dijkt (Belanda), dan Ponggue Marcial. Iman mengatakan, BTN dan PSSI sedang mengurus proses naturalisai kelima pemain tersebut.

“Kim dan Raphael sudah proses. Sisanya sedang diproses. Kalau sudah diproses berarti berkasnya sedang di Departemen Hukum dan HAM dan Menpora. Tinggal menunggu tanda tangan menteri. Kim kalau enggak ada halangan sudah dapat paspor pekan depan. Sementara sedang proses berarti berkasnya akan dilengkapi secepatnya,” tukas Iman.

Dari lima nama tersebut, Victor dan Patrick sudah tidak asing lagi di sepak bola Indonesia. Victor merupakan bek Persipura Jayapura. Adapun Patrick bermain di Persema Malang.

“Saya dapat rekomendasi dari pelatih Jacksen F Tiago dan Timo. Saya pikir kita memang kekurangan di sektor pertahanan,” tukasnya.

Thursday, December 16, 2010

FIFA : Indonesia Naik 8 Peringkat

Thailand dan Singapura yang gagal ke semi-final mengalami penurunan peringkat.
Keberhasilan lolos ke semi-final Piala AFF 2010 memberikan pengaruh terhadap peringkat Indonesia di daftar ranking FIFA. Tim Merah Putih naik delapan tangga ke posisi 127.

Naiknya peringkat Indonesia ini tidak lepas dari lima kemenangan yang diraih timnas senior di laga internasional, tiga diantaranya di penyisihan Grup A dengan mengalahkan Malaysia, Laos dan Thailand.

Tambahan poin tertinggi didapat dari kemenangan 2-1 atas Thailand. Mengingat posisi Thailand yang berada di atas Indonesia, maka poinnya pun lebih besar dibandingkan empat laga lainnya. Dari kemenangan itu, Indonesia meraup 219,3 poin. Sementara dari empat laga lainnya, Indonesia mendapatkan 127,5 angka.

Berdasarkan hitungan ranking FIFA, secara keseluruhan Indonesia mendapat poin 211. Jumlah ini sudah cukup untuk mengatrol posisi Indonesia ke peringkat 127.

Selain Indonesia, tiga semi-finalis lainnya juga mengalami kenaikan peringkat. Vietnam naik dua tangga ke ranking 137, Malaysia dari posisi ke-150 kini di tempat ke-144. Filipina yang untuk pertama kalinya ke empat besar, menempati posisi 150, naik dua tangga dari sebelumnya.

Dua tim yang selama ini berada di atas Indonesia dalam daftar ranking FIFA, Thailand dan Singapura, mengalami penurunan cukup drastis setelah gagal ke semi-final. Thailand yang sebelumnya berada di posisi 114, turun ke peringkat 121. Sedangkan Singapura dari 138 ke 140.

Sementara itu, posisi puncak masih diduduki juara dunia Spanyol. Demikian pula posisi dua yang dihuni Belanda. Perubahan terjadi di posisi tiga dan empat. Brasil yang kalah dari Argentina dalam laga persahabatan harus turun satu tingkat ke posisi empat, dan tempatnya diambil Jerman.

Ranking Dunia FIFA

1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Brasil
5. Argentina
6. Inggris
7. Uruguay
8. Portugal
9. Mesir
10. Kroasia
.
.
.
121. Thailand
127. Indonesia
137. Vietnam
140. Singapura
144. Malaysia
149, Myanmar
150. Filipina
169. Laos

Saturday, December 11, 2010

Tanpa Pelukan, Materazzi-Zidane Berbaikan


Milan - Sempat terbetik kabar kalau Marco Materazzi telah berdamai dengan Zinedine Zidane, bahkan sampai berpelukan segala. Materazzi kini menjelaskan kalau perdamaian memang telah terjadi, meski tak pakai acara pelukan.

Sebuah insiden tak terpuji melibatkan Materazzi dan Zidane pada musim panas 2006 lalu. Kian memalukan karena pentasnya adalah final Piala Dunia, saat Italia bertemu Prancis.

Ketika itu Zidane harus rela diacungi kartu merah oleh wasit karena kedapatan menanduk Materazzi. Si pemain Prancis konon melakukannya karena Materazzi yang bek Italia melontarkan kata-kata hinaan.

Setelah lebih dari empat tahun, perdamaian dikabarkan telah terjadi pada awal November lalu saat Zidane menyambangi kota Milan bersama Real Madrid di mana ia kini menjadi penasihat.

Materazzi yang saat ini membela klub Inter Milan pada awalnya diwartakan hendak temu kangen dengan mantan pelatihnya, Jose Mourinho, yang kini menangani Madrid. Tapi kemudian Materazzi berjumpa dengan Zidane.

Saat itulah keduanya lantas berbaikan. Dimulai dengan canggung, Materazzi dan Zidane disebut-sebut berpelukan saat hendak berpisah. Benarkah?

Kabar itu lantas dibantah oleh Zidane. Materazzi sendiri memberi jawaban mengambang mesti memastikan tidak ada adegan pelukan.

"Pastinya tidak ada pelukan. Soal berita itu? Biarkan saja bergulir terus," tukasnya ketika itu.

Kini Materazzi angkat bicara lagi. Kepada Mediaset Premium yang dilansir Football Italia, bek veteran tersebut memaparkan kronologis kejadian sebenarnya saat ia bertemu lagi dengan Zidane di Milan bulan lalu.

"Zidane memarkir mobilnya di sebelah mobilku dan aku mengambil kesempatan itu untuk mengatakan sejumlah hal kepadanya, yang akan tetap jadi rahasia di antara kami," jelas Materazzi.

"Akulah yang lebih banyak bicara dan saat selesai mengobrol ia mengulurkan tangannya, aku menjabatnya dan tak mau melepaskannya sampai ia melihatku langsung di wajah," paparnya.

Dari sikap tersebut, Materazzi pun menilai kalau masalah antara dirinya dengan Zidane sudah selesai. Mereka, simpul Materazzi, telah berdamai.

"Itulah yang aku inginkan. Itu cukup bagus untukku, aku tidak tahu bagaimana perasaannya sendiri," simpul pemain yang acap dipanggil Matrix tersebut.

Tuesday, December 7, 2010

Terima Kasih Indonesia


PALEMBANG, KOMPAS.com - Pelatih Malaysia, Rajagopal, tidak dapat menutup kegembiraannya setelah timnya menundukkan Laos 5-1 di laga penentuan Piala AFF Grup A di Stadion Gelora Jakabaring, Selasa (7/12/2010). Kemenangan itu membawa Malaysia lolos ke babak berikutnya sebagai runner-up grup, mendampingi Indonesia yang juara grup.

Sukses Malaysia tak lepas dari kiprah Indonesia yang sukses mengalahkan Thailand 2-1. Sebelumnya, Indonesia sempat tertinggal 0-1. Jika saja kedudukan ini bertahan sampai akhir pertandingan, maka Malaysia tersingkir. Namun, dua gol penalti Bambang Pamungkas memastikan kemenangan Indonesia. Gopal pun mengucapkan terima kasih atas profesionalitas Indonesia.
Gopal mengakui, walaupun menang tetapi dia kurang puas, karena pemain tidak tampil dalam performa terbaik. Dalam kesempatan ini dia mengucapkan terima kasih kepada timnas Indonesia yang menang 2-1 atas Thailand. "Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah tim profesional. Kami ucapkan terima kasih kepada Indonesia,” ujarnya.

Sementara Pelatih Laos, David Booth, mengatakan, anak asuhnya bermain buruk sepanjang pertandingan. Gol-gol Malaysia terjadi karena rapuhnya lini pertahanan Laos.

Chris John Perlu Dukungan Psikolog


JAKARTA, Kompas.com - Chris John perlu dukungan psikolog saat mempersiapkan diri tampil di atas ring, selain pelatih dan manajer. Ini bertujuan agar dia mampu meredam emosi dan memiliki killing punch (pukulan mematikan).

"Mempersiapkan petinju bisa tampil maksimal sekelas Chris John diperlukan kerja sama tim yaitu petinju, pelatih, manajer, dokter dan tenaga psikolog," kata Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Menpora, James Tangkudung, di Jakarta, Selasa (7/12/10). James menegaskan, menyimak pertarungan Chris John lawan Fernando Soucedo (Argentina) pada Minggu (5/12/10), petinju asal Banjarnegara itu emosinya sempat terpancing lawan mulai ronde sembilan. Chris John yang sulit mengendalikan emosinya sempat mengubah gaya bertinju dari counter boxer menjadi fighter. Padahal gaya fighter seharusnya dimiliki oleh Fernando.

Namun keberuntungan masih memihak pada Chris John. Walau pertahanannya sering terbuka, namun Fernando tidak bisa memanfaatkan untuk melontarkan pukulan kerasnya.

Dengan begitu, jelas dia, Chris John terhindar oleh pukulan keras lawan. Chris John yang emosinya sudah terkuras, juga melontarkan pukulan kurang akurat memasuki ronde 10 dan 11. Tindakan itu menguras tenaga dan merugikan Chris John.

Fernando, yang tidak dapat memanfaatkan peluang emas fisiknya mulai terkuras habis. Sebagai petinju tahan pukul, hanya dapat menghindar dan meledek lawan. Memasuki ronde ke 12 hanya bisa bertahan. Sedang Chris John yang tenaganya sudah terkuras juga tidak dapat memukul KO lawan.

Namun masih beruntung mulai ronde pertama hingga ketujuh Chris John mengumpulkan nilai telak dan akhirnya setelah ronde 12 berakhir dinyatakan menang angka oleh tiga wasit hakim.

James melanjutkan, mempersiapkan diri bagi seorang petinju tampil dalam pertarungan harus maksimal dengan bantuan psikolog dan dokter. Hal semacam itu juga dilakukan mantan petinju kelas berat dunia Evander Hollyfield, setiap akan naik ring.

Persiapan maksimal, hasil yang diraih Holyfield pun sangat memuaskan. Semua itu dapat disimak dan dipelajari saat menghadapi petinju yang memiliki julukan si leher beton, Mike Tyson, saat jayanya.

Persiapan matang melalui kerjasama tim paparnya, Holyfield mampu menjinakkan Mike Tyson, si raja KO, dalam dua kali laga. Semua itu terjadi karena emosi Mike Tyson terpancing dan sempat menggigit telingan Holyfield. Atas tindakan yang tidak terpuji Mike Tyson dinyatakan kalah oleh wasit.

 
Powered by Blogger